Senin, 31 Oktober 2011

LAPORAN PRAKTEK KERJA PERPUSTAKAAN WAWAN

LAPORAN PKP D-II ILMU PERPUSTAKAAN PUST2290
DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 GANGKING
KABUPATEN BULUKUMBA

DISUSUN
OLEH :

GUSTIAWAL
NIM : 016946119
20112
80D MAKASSAR

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS TERBUKA
2011


PENGESAHAN LAPORAN


Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Praktik Kerja Perpustakaan (PUST 2290) Program D- II Ilmu Perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Terbuka.
Kepala UPBJJ-UT Makassar

DR. SUGILAR M.Pd
NIP. 131671932











PENGESAHAN
Laporan Praktik Kerja Perpustakaan (PKP) yang dilaksanakan di Perpustakaan Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Gangking Kecamatan Gantarang Kabupaten Bulukumba telah disahkan oleh Kepala Perpustakaan Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Gangking Kecamatan Gangking Kabupaten Bulukumba Pada:
Hari : Selasa
Tanggal : 01 November 2011
Tempat : Perpustakaan Sekolah Menengah Atas 1 Gangking Kecamatan Gantarang


Kepala Perpustakaan SMAN 1 Gangking, Pembimbing,


Dra.Hj. Rosmawati Akmal,S.pd
NIP.196106281986031007 NIP.197601212005021005


Mengetahi
Kepala Sekolah SMAN 1 Gangking


Drs.Ahmad Badawi
NIP. 1961010519880311014


KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, segala puji dan syukur kami panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmatnya kepada kami dalam menyelesaikan laporan ini, dimana laporan ini di ajukan untuk memenuhi syarat agar dapat menyelesaikan kuliah D II Pustakawan.
Adapun penyusunan laporan ini berdasarkan apa yang telah kami lakukan di Perpustakaan Sekolah SMA Negeri 1 Gangking. Laporan ini dibuat sebagai hasil Praktek Kerja Perpustakaan (PKP).
Dalam penyusunan laporan ini kami selaku penulis, mohon maaf apabila terdapat kekurangan dalam penulisan maupun isi dari laporan ini. Mengingat kekurang sempurnaan kami sebagai pelajar dalam tahap proses pembelajaran tingkat menengah dan pengalaman-pengalaman lain yang belum kami ketahui. Meskipun demikian, kami tetap berusaha sesuai kemampuan yang kami miliki agar terselesaikannya laporan ini.
Tidak lupa kami mengucapkan terima kasih terhadap pihak-pihak yang telah membantu kami untuk menyelesaikan laporan ini. Sehubungan dengan hal tersebut dengan segala kerendahan hati, pada kesempatan ini pula penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Orang tua yang selalu memberikan doa dan dukungan selama pelaksanaan Praktik Kerja Perpustakaan (PKP).
2. Bapak , Drs. Ahmad Badawi selaku kepala sekolah SMA Negeri 1 Gangking kabupaten Bulukumba.
3. Ibu Dra. Hj. Rosmawati selaku kepala perpustakaan SMA Negeri 1 Gangking kabupatan Bulukumba.
4. Bapak Akmal,Spd selaku pembimbing yang telah memberikan petunjuk dan saran dalam penyusunan laporan ini.
5. Teman-teman D-II Ilmu Perpustakaan Masa Registrasi Awal 2010.1
6. Semua tutor D II Ilmu Perpustakaan.
7. Semua pihak yang telah membantu, yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.
Demikian kami berharap semoga laporan ini dapat bermanfaat khususnya bagi kami dan umumnya bagi teman-teman kami yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Akhir kata kami ucapkan terima kasih.
Bulukumba, 31 Oktober 2011
Penulis

















DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
Pengesahan Laporan i
Pengesahan ii
Kata pengantar iii
Daftar Isi v
Bab I Pendahuluan 1
A. Latar Belakang 1
B. Tujuan PKP 2
Bab II Hasil Praktik Perpustakaan 3
1. Pengadaan Bahan Pustaka 3
2. Pengolahan Bahan Pustaka 6
3. Layanan Bahan Pustaka 8
Bab III Penutup 13
A. Kesimpulan 13
B. Saran 13
Daftar Pustaka 14












BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dewasa ini, selain dibutuhkan kecerdasan dan kemampuan, juga dibutuhkan pengalaman kerja. Karena dunia kerja saat ini begitu ketat persaingan dan semakin banyak pula lulusan baru dari lembaga pendidikan tiap tahunnya.
Perpustakaan Sekolah di era saat ini harus melakukan perubahan dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat penggunanya. Hal tersebut berkaitan dengan perkembangan ilmu pengetahuan yang begitu cepat berlimpah dan menyeluruh. Keadaan ini yang mendorong para pustakawan, serta pelaku pemanfaat informasi atau pengguna
Perpustakaan berusaha keras agar mendapat perkembangan dan kecepatan kehadiran informasi yang mutakhir dan yang dibutuhkan. Layanan penelusuran informasi merupakah salah satu jasa perpustakaan yang disediakan bagi pengguna untuk menemukan informasi yang dibutuhkannya. Ciri utama kegiatan tersebut yaitu layanan yang dilakukan dengan memanfaatkan seperangkat sumber referens atau bahan rujukan seperti: kamus, ensiklopedi, direktori, statistik bibliografi dan lain sebagainya. Agar informasi yang ada di perpustakaan dapat berfungsi secara maksimal maka diperlukan tenaga pengelola professional yang memiliki ilmu pengetahuan di bidang perpustakaan. Ilmu pengetahuan di bidang perpustakaan dapat diperoleh melalui kuliah di jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi. Pendidikan yang diberikan tidak hanya bersifat teoritis tetapi juga praktek, salah satunya adalah Praktek Kerja Perpustakaan (PKP). Praktek Kerja Pustakawan merupakan salah satu bentuk kegiatan belajar melalui praktek yang dibimbing langsung oleh Dosen Pembimbing Lapangan. Di perpustakaan, tempat pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan, mahasiswa dapat belajar dengan menggunakan ilmu yang diperoleh secara teoritis dan dipadukan dengan ilmu praktis yang ada di lapangan. Dengan demikian mahasiswa Praktek Kerja Lapangan dapat merasakan dan menguasai ilmu perpustakaan.
B. Tujuan Praktik Kerja Perpustakaan
Maksud dan tujuan dari pelaksanaan Praktek Kerja Perpustakaan (PKP) adalah
sebagai berikut:
1. Mengetahui strategi peningkatan pelayanan dalam mengelola perpustakaan di Perpustakaan SMAN 1 Gangking.
2. Menganalisis faktor-faktor yang menjadi kelebihan dan kekurangan dalam melayani pengguna perpustakaan dan mengelola perpustakaan
3. Mahasiswa mendapat pengalaman bekerja di lapangan,
4. Mahasiswa dapat menerapkan secara langsung ilmu yang diperoleh,
5. Mahasiswa dapat memenuhi syarat untuk penilaian yang diperlukan dalam perkuliahan.





















BAB II
HASIL PRAKTIK PERPUSTAKAAN
1. PENGADAAN BAHAN PUSTAKA
Pengadaan bahan pustaka merupakan rangkaian dari kebijakan pengembangan koleksi perpustakaan. Semua kebijakan pengembangan koleksi berakhir di pengadaan bahan pustaka.
Di perpustakaan perguruan tinggi pengadaan bahan pustaka merupakaan bagian pelayanan teknis. Hal ini disebabkan karena tugas utama dari perpustakaan adalah menyajikan dan meyebarluaskan informasi kepada seluruh sivitas akademik di perguruan tinggi. Untuk melakukan tugas tersebut maka perpustakaan hendaklah didukung oleh bahan pustaka yang tepat, lengkap dan selalu up to date sesuai dengan kebutuhan penggunanya.
Menurut Sutarno, (2006:174), ”Pengadaan atau akusisi koleksi bahan pustaka merupakan proses awal dalam mengisi perpustakaan dengan sumber-sumber informasi”.
Menurut Sumantri, (2002:29), ”Pengadaan bahan pustaka atau koleksi adalah proses menghimpun dan menyeleksi bahan pustaka yang akan dijadikan koleksi, hendaknya koleksi harus relevan dengan minat dan kebutuhan peminjam serta lengkap dan aktual”.
Pendapat lain meyebutkan bahwa, ”Pengadaan bahan pustaka merupakan rangkaian dari kebijakan pengembangan koleksi perpustakaan. Semua kebijakan pengembangan koleksi akhirnya akan bermuara pada kegiatan pengadaan bahan pustaka (Darmono, 2001:57)”.
Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa dalam menghimpun bahan pustaka untuk dijadikan koleksi perpustakaan harus mengacu kepada kebutuhan pengguna dengan selalu terus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) agar fungsi dan tujuan perpustakaan dapat terwujud.
Adapun beberapa pengadaan di SMA negeri 1 Gangking.
Melakukan permintaan untuk buku titipan, dalam hal ini permintaan kepada guru/staf SMA Negeri 1 Gangking.
Pemberian hadiah tanpa diminta, dalam hal ini dari instansi pemerintah atau non pemerintah.
Pemberian hadiah atas permintaan.
1. Jenis Bahan Pustaka
Sebelum membahas berbagai jenis bahan pustaka, terlebih dahulu kita mengetahui apa itu bahan pustaka. Pustaka artinya kitap atau buku. Menurut Massofa (2008), beberapa jenis bahan pustaka yang tercakup dalam koleksi perpustakaan yaitu
a) karya cetak,
b) karya noncetak;
c) bentuk mikro; dan
d) karya dalam bentuk elektronik.
2. Kebijakan Pengembangan Koleksi
Menurut Massofa (2008), menyatakan kebijakan pengembangan koleksi berfungsi sebagai:
a. Pedoman bagi para selektor untuk bekerja lebih terarah.
b. Sarana komunikasi untuk memberitahu pada para pemakai, administrator, dewan pembina dan pihak lain, apa cakupan dan ciri-ciri koleksi yang telah ada dan rencana untuk pengembangan selanjutnya.
c. Sarana perencanaan untuk membantu dalam proses alokasi dana.
3. Seleksi Bahan Pustaka
Seleksi bahan pustaka merupakan kegiatan penting yang perlu dilakukan untuk menyesuaikan koleksi dengan kebutuhan pengguna baik kwalitas maupun kwantitasnya. Selain itu seleksi bahan pustaka dilakukan berdasarkan kemampuan dana yang tersedia.
4. Prinsip Pemilihan Bahan Pustaka
Untuk meningkatkan mutu koleksi, perpustakaan perlu memperhatikan prinsip-prinsip pemilihan bahan pustaka. Hal ini dilakukan agar perpustakaan terhindar dari beberapa kekeliruan dalam menentukan koleksinya.
5. Alat Bantu Seleksi Bahan Pustaka
Alat bantu pemilihan bahan pustaka sangat diperlukan untuk menyeleksi bahan pustaka yang akan dijadikan koleksi perpustakaan.
6. Sistem Pengadaan Bahan Pustaka
Dalam kegiatan pengadaan bahan pustaka, perpustakaan terikat dan sekaligus
dipandu oleh rambu-rambu yang tertuang dalam kebijakan pengembangan koleksi. Koleksi mana yang menjadi prioritas pengadaan sudah ditentukan dalam kebijakan pengembangan koleksi. Dengan demikian arah pengembangan koleksi sudah jelas. Hal ini penting dilaksanakan dengan tujuan untuk menghindari buku atau jenis lainnya yang sebenarnya kurang bermanfaat bagi pengguna perpustakaan.
Dalam Buku Perpustakaan Perguruan Tinggi (2004:54), sistem pengadaan bahan pustaka di lingkungan perpustakaan dilakukan melalui:
1. Pembelian dan pelangganan
2. Hadiah atau sumbangan
3. Tukar menukar
4. Penerbitan sendiri
5. Titipan




2. PENGOLAHAN BAHAN PUSTAKA
Perpustakaan sekolah memiliki fungsi diantaranya sebagai sumber belajar, mengembangkan minat dan kebiasaan membaca pada diri peserta didik, juga sebagai tempat rekreasi sehat melalui buku-buku bacaan yang sesuai dengan umur dan tingkat kecerdasan anak. Untuk memaksimalkan pemanfaatan perpustakaan sekolah, maka perlu ditempuh rangkaian kegiatan yang terdiri atas pembinaan dan pengembangan koleksi, pengolahan, sampai dengan pelayanan bahan koleksi. Berikut ini disampaikan pengelolaan perpustakaan secara teknis yang hanya meliputi pembinaan dan pengembangan koleksi sampai inventarisasi.
Pengolahan bahan pustaka pada tempat kami Praktik Kerja Perpustakaan di SMAN 1 Gangking masih menggunakan cara manual yaitu prakatogisasi dan katalogisasi. Adapun tujuan pengatalogan adalah :
a. Untuk memungkinkan pengguna menemukan bahan pustaka, jika yang diketahui dari bahan pustaka itu adalah
1) Nama pengarang
2) Judul
3) Subjek
b. Untuk menunjukkan karya-karya yang dimiliki perpustakaan
1) Oleh pengarang tertentu
2) Mengenai subjek tertentu
3) Dalam bentuk literatur tertentu
c. Untuk membantu dalam pemilihan buku dari segi
1) Edisi
2) Karakternya
Ada 2 macam sistem katalog
1. Sistem katalog berkelas, terdiri dari 3 susunan katalog
a. Katalog berkelas
b. Katalog pengarang
c. Inteks subjek
2. Sistem katalog berabjad, ada 2 macam, yaitu
a. Katalog berabjad terpadu
b. Katalog terbagi
Ada beberapa macam bentuk katalog, yaitu :
1. Katalog kartu
2. Katalog berkas
3. Katalog bukukatalog dalam komputer yaitu OPAC
Selain katalog sarana temu kembali yang dapat digunakan adalah susunan buku rak. Penempatan buku dirak bisa dilakukan dengan cara penempatan relatif untuk buku yang disusun berdasarkan subjek, dan penempatan tetap dimana buku ditempatkan pada rak yang sudah diberi tanda terlebih dahulu.
Kegiatan pengolahan merupakan tindaklanjut setelah diterimanya koleksi. Jadi, sesungguhnya kegiatan inventarisasi berkaitan langsung dengan pengadaan. Inventarisasi dalam bidang perpustakaan merupakan suatu kegiatan untuk mencatat pustaka yang menjadi milik perpustakaan sekolah.
Berikut ini adalah beberapa hal yang dilakukan dalam menginventarisir koleksi perpustakaan:
1. setiap bahan yang baru diterima harus diberi cap perpustakaan pada halaman judul dan halaman tertentu yang sudah disepakati
2. setiap bahan didaftarkan dalam buku induk. Buku ini memuat kolom-kolom yang berisi keterangan tentang:
a. nomor urut buku masuk
b. tanggal masuk ke buku induk
c. nomor induk
d. pengarang
e. judul
f. edisi dan tahun
g. edisi dan tahun
h. penerbit
i. sumber (beli, hibah, tukar-menukar)
j. harga (jika dibeli)
k. keterangan lain
3. untuk bahan bukan buku seperti majalah, kaset, dapat disediakan buku induk tersendiri/khusus atau minimal dalam bentuk daftar bahan bukan buku. Adapun pemberian cap perpustakaan sebagai tanda kepemilikan tetap dilakukan.
4. PELAYANAN BAHAN PUSTAKA
Banyak argumentasi yang menyatakan bahwa layanan perpustakaan merupakan titik sentral kegiatan perpustakaan. Dengan kata lain, perpustakaan identik dengan layanan karena tidak ada perpustakaan jika tidak ada kegiatan layanan. (Nasution, 1992 : 2).
Layanan perpustakaan adalah pemenuhan kebutuhan dan keperluan kepada pengguna jasa perpustakaan. Tugas yang mulia dan tujuan sebenarnya layanan perpustakaan adalah melayani pengunjung dan pengguna perpustakaan.
Aktivitas layanan perpustakaan dan informasi bararti penyediaan bahan pustaka secara tepat dan akurat dalam rangka memenuhi kebutuhan informasi bagi para pengguna perpustakaan. Perpustakaan memberikan layanan bahan pustaka kepada masyarakat adalah agar bahan pustaka tersebut yang telah diolah dapat dimanfaatkan dengan cepat oleh masyarakat pengguna perpustakaan .
Layanan perpustakaan merupakan salah satu kegiatan teknis yang pada pelaksanaannya perlu adanya perencanaan dalam penyelenggaraannya. Layanan perpustakaan akan berjalan dengan baik apabila akses layanan digunakan tepat dan sesuai dengan kebutuhan penggunanya.
Ada tiga jenis akses dalam layanan perpustakaan, yakni akses layanan terbuka (Open Access), akses layanan tertutup (Close Access), dan akses layanan campuran. Ketiga akses layanan ini ada hubungannya dengan cara bagaimana perpustakaan memberikan kesempatan kepada pembacanya untuk menemukan bahan pustaka dalam mencari informasi. Masing-masing akses tersebut mempunyai kelebihan dan kelemahannya, dan berbeda dalam pelaksanaannya.
Pelayanan Perpustakaan di SMAN 1 Gangking menggunakan sistem terbuka. Selain itu juga disediakan layanan referensi yang digunakan untuk melakukan rujukan dan penelitian yang dimaksudkan untuk menunjang kelancaran proses belajar mengajar siswa.
a. Akses Layanan Terbuka (Open Access)
Akses layanan ini memberikan kebebasan kepada pengguna untuk menemukan dan mencari bahan pustaka yang diperlukan. Pengguna diizinkan langsung ke ruang koleksi perpustakaan, memilih dan mengambil bahan pustaka yang diinginkan. Tujuan akses layanan terbuka adalah memberikan kesempatan kepada pengguna untuk mendapatkan koleksi seluas-luasnya, tidak hanya sekedar membaca-baca di rak, tetapi juga mengetahui berbagai alternatif dari pilihan koleksi yang ada di rak, yang kira-kira dapat mendukung penelitiannya. Akses layanan terbuka biasanya diterapkan untuk layanan di perpustakaan umum, perpustakaan sekolah, dan perpustakaan perguruan tinggi.
Ada beberapa kelebihan yang dapat diambil, apabila perpustakaan menggunakan akses layanan terbuka, antara lain adalah :
a. Pengguna bebas memilih bahan pustaka di rak.
b. Pengguna tidak harus menggunakan katalog
c. Pengguna dapat mengganti bahan pustaka yang isinya mirip, jika bahan pustaka yang dicari tidak ada.
d. Pengguna dapat membandingkan isi bahan pustaka dengan judul yang dicarinya.
e. Bahan pustaka lebih bermanfaat dan didayagunakan
f. Menghemat tenaga pustakawan.
Selain kelebihan tersebut, akses layanan terbuka juga memiliki beberapa kelemahan antara lain adalah:
a. Pengguna cenderung mengembalikan bahan pustaka seenaknya, sehingga mengacaukan dalam penyusunan bahan pustaka di rak.
b. Lebih besar kemungkinan kehilangan bahan pustaka.
c. Tidak semua pengguna paham benar dalam mencari bahan pustaka di rak apalagi jika koleksinya sudah banyak.
d. Bahan pustaka lebih cepat rusak.
e. Terjadi perubahan susunan bahan pustaka di rak, sehingga perlu pembenahan terus menerus.
b. Akses Layanan Tertutup (Close Access)
Pada akses layanan koleksi tertutup , berarti pengguna tidak boleh langsung mengambil bahan pustaka di rak, tetapi petugas perpustakaan yang akan mengambil. Dengan menggunakan akses ini petugas akan lebih sibuk karena harus mancari bahan pustaka di rak, terutama pada jam-jam sibuk pada saat banyak pengguna yang memerlukan bahan pustaka. Tujuan akses layanan ini adalah memberikan layanan secara terbatas kepada pengguna, sehingga pengguna tidak dapat mencari bahan pustaka yang dibutuhkannya di rak, tetapi akan dilayani oleh petugas. Oleh karena itu, pengguna harus mencari nomor panggil bahan pustaka melalui katalog yang disediakan.
Kelebihan dengan menggunakan akses layanan tertutup adalah sebagai berikut :
a. Bahan pustaka tersusun rapi di rak, karena hanya petugas yang mengambil.
b. Kemungkinan kehilangan bahan pustaka sangat kecil.
c. Bahan pustaka tidak cepat rusak
d. Penempatan kembali bahan pustaka yang telah digunakan ke rak lebih cepat
e. Pengawasan dapat dilakukan secara longgar.
f. Proses temu kembali lebih efektif.
Adapun kekurangan dengan menggunakan akses layanan tertutup adalah sebagai berikut :
a. Pengguna tidak bebas dan kurang puas dalam menemukan bahan pustaka
b. Bahan pustaka yang didapat kadang-kadang tidak sesuai dengan kebutuhan pengguna
c. Katalog cepat rusak
d. Tidak semua pengguna paham dalam menggunakan tehnik mencari bahan pustaka melalui katalog
e. Tidak semua koleksi dimanfaatkan dan didayagunakan oleh pengguna
f. Perpustakaan lebih sibuk.
c. Akses Layanan Campuran ( Mixed Acces )
Pada akses layanan campuran perpustakaan dapat menerapkan dua sistem pelayanan sekaligus, yaitu layanan terbuka dan layanan tertutup. Perpustakaan yang menggunakan sistem layanan campuran biasanya memberikan layanan secara tertutup untuk koleksi skripsi, koleksi referens, Deposit, atau tesis, sedangkan untuk koleksi lainnya menggunakan akses layanan terbuka.
Sistem layanan campuran ini biasanya diterapkan di perpustakaan perguruan tinggi dan perpustakaan sekolah.
Kelebihan akses layanan campuran adalah sebagai berikut
a. Pengguna dapat langsung menggunakan koleksi referens dan koleksi umum secara bersamaan.
b. Tidak memerlukan ruang baca khusus koleksi referens.
c. Menghemat tenaga layanan.
Adapun kelemahan akses layanan campuran adalah sebagai berikut :
a. Petugas sulit mengontrol pengguna yang menggunakan koleksi referens dan koleksi umum sekaligus.
b. Ruang koleksi referens dan koleksi umum menjadi satu.
c. Perlu pengawasan yang lebih ketat.
Jam Perpustakaan ( Library Hour )
Program ini cocok untuk perpustakaan sekolah, yaitu dengan cara melibatkan siswa dalam kegiatan penyelidikan tentang berbagai jenis subjek yang berhubungan dengan kurikulum sekolah. Semua kegiatan tersebut harus dilakukan di perpustakaan sekolah.


Berikut jadwal layanan di SMAN 1 Gangking :
HARI JAM KETERANGAN
SENIN
SELASA
RABU
KAMIS
JUMAT
SABTU 08.00 – 12.30
08.00 – 13.00
08.00 – 13.00
08.00 – 13.00
08.00 – 10.00
08.00 – 13.00 Hari minggu libur

Jumlah anggota perpustakaan sampai dengan oktober 2011 mencapai 748 anggota, yang terdiri dari:
Siswa 698 orang
 Siswa kelas X : 301
 Siswa kelas XI : 207
 Siswa kelas XII : 190
Guru dan staf 50 orang
Adapun persyaratan dan ketentuan peminjaman yaitu:
1. Siswa, guru dan staf SMAN 1 Gangking yang sudah terdaftar sebagai anggota perpustakaan dan telah memiliki kartu anggota.
2. Berlaku selama yang bersangkutan masih menjadi anggota masyarakat SMAN 1 Gangking
3. Anggota wajib mentaati peraturan perpustakaan.




















BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari hasil praktek kerja Perpustakaan (PKP), penulis menyimpulkan bahwa:
Ilmu yang diperoleh penulis selama kuliah dapat diterapkan di tempat Praktik Kerja Perpustakaan (PKP).
Wawasan dan pengetahuan penulis bertambah dengan adanya ilmu baru
yang diperoleh selama Praktek Kerja Perpustakaan(PKP).
Program juga bermanfaat bagi pihak Perpustakaan.
B. Saran
Saran yang dapat diberikan program ini sebenarnya bisa lebih baik dari yang diberikan oleh penulis. Semoga program ini dapat bermanfaat bagi Perpustakaan dan mudah mudahan perpustakaan di Indonesia lebih maju lagi serta jangan hanya menjadikan perpustakaan itu sebagai gudang buku yang tak banyak diminati oleh masyarakat sekitar ataupun siswa-siswi disekolah dan kalau bisa perpustakaan sekolah juga membuka lebar pintu untuk masyarakat sekitar yanf membutuhkan bacaan atau pelajaran lewat buku karena banyak masyarakat yang masih kurang mengetahui cara kerja mereka dengan profesinya baik itu jadi petani maupun yang lainnya serta pustakawannya juga dapat memberikan arahan untuk mengunjungi perpustakaan dengan tujuan membaca karena ada pendapat mengatakan siapa billang kutu buku itu tidak keren. “Majulah perpustakaan Indonesia”













DAFTAR PUSTAKA

Darmono (2001). Manajemen dan Tata Kerja Perpustakaan Sekolah. Jakarta:
Grasindo
Taufiq A. D dan Tri S. (Ed). (2000). Pedoman Pengelolaan Perpustakaan
Madrasah. Yogyakarta: BEP-FkBA-LpPI.
Sulistyo Basuki. (2009). Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta. Universitas Terbuka
Soeatminah. (1992) Perpustakaan Kepustakawanan dan Pustakawan. Yogyakarta. Kanisus.



INFORMASI LANJUTAN 087841614886

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar